Wednesday, November 5, 2008

IDAROH SYU'BIYYAH WONOGIRI

Jam'iyyah Ahlit Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah para pengamal ajaran thoriqoh mu'tabaroh, yang merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam ala Ahlussunah Wal jamaah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafus sholihin, yang bersumber dari Rasululloh SAW, Malaikat Jibril atas petunjuk Allah SWt . Jam'iyyah Ahlit Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah memiliki konsep yang senafas dan gagasan kemerdekaan RI dalam membangun generasi bangsa yaitu membangun manusia dari jiwa / ruhaniyah dengan memperbaiki ahlak, keimanan, ketaqwaan dan ilmu pengetahuan, baru kemudian menyentuh pembangunan yang bersifat fisik, badani dan keseimbangan antara syariat, hakekat dan ma'rifat sebagai sebuah sistem pemahaman dan pengamalan Islam yang menyeluruh. Oleh karena itu pada bulan September 2004 bertempat di Ponpes Munzalam Mubaroka Gondang Bulukerto dibentuklah suatu kepengurusan Jam'iyyah Ahlit Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Idaroh Syu'biyyah Kabupaten Wonogiri.
Sebagai pengurus harian adalah :

ROIS : Drs. KH Sutrisno Yusuf, MSI
KATIB : K. SAIFUDIN ARIFIN, Al Hafidz

MUDIR : GUS HASYIM ( K. MUH. HASYIM ABDULLAH ULIL ABSHOR)
SEKRETARIS : NAJMUL FATAH, S.Pd

8 ciri orang yang takut pada Alloh SWT

8 ciri orang yang takut kepada Alloh Swt,

  1. Nampak nyata pada lisan /ucapannya , ia pandai mengekangnya dari dusta , menggunjing dan omong-omong tiada berarti, bahkan disibukkan dengan berdzikir kepada Alloh, membaca Al Qur’an dan diskusi ilmu/mudzakarah.
  2. Takut dalam hal pengisi perut , ia tidak mengisinya kecuali dengan halal dan sederhana , ia makan dari yang halal sekedar perlu/ hanya secukupnya saja.
  3. Takut dalam hal pendangan mata , ia tidak membuka mata untuk hal hal yang haram, dan tidak pula memandang harta dunia penuh cinta, namun ia memandangnya sekedar perlu/ hanya secukupnya saja.
  4. Takut dalam hal uluran tangan , ia tidak berani mengulurkan / menggerakkanyya untuk hal hal yang haram, tetapi hanya untuk kepentingan taat keapda Alloh.
  5. Takut dalam hal jalan kaki, ia tidak berani menggunakannya untuk laku maksiat, namun hanya untuk kepentingan taat/ beribadah.
  6. Takut dalam urusan hati, ia singkirkan dendam permusuhan , marah dan dendam dengki terhadap sesame kawan muslim, yang tersisa hanyalah saling menasehati dan menyayangi diantara sesame kawan.
  7. Adalah takut dalam urusan taat kepada Alloh , ia taat beribadah penuh keikhlasan , hanya menuntut ridlo Alloh, ia takut riya dan nifak.
  8. Takut dalam urusan telinga , ia tidak mendengarkan , kecuali hal hal yang benar.